Selasa, 10 Juli 2012

yang bikin jleb

bismillah,
bulan baru, Juli. ya dan sebenatar lagi akan menuju bulan suci Ramadhan. Rasanya masih banyak yang harus diperbaiki dan masih banyak muatan yang aku belum masukkan kedalam diriku.
Lebih dari seminggu tidak meposting apa-apa di "the Climber" rindu juga rasanya, sebetulnya da banyak sekali yang ingin aku tuliskan, mulai dari perjalanan isnpirational sampai pelajaran-pelajaran lain yang jika diuraikan oleh kalimat perkataan aku kurang ahli.
InsyaAllah diwaktu endatang aku akan tulis.


ohya, sekarang sedang mendapat tugas baru, yang yaah mungkin bisa dikatakan ini hal baru juga. Yaitu memegang sponsorship, sulit? tentunya tidak jika kita melihat dari sisi yang bukan kesulitan.
ahya, kemarin(senin) tepatnya. aku pergi ke  sebuah stasiun televisi, yah niatnya untuk mengumpulkan dana, maksudnya kita dilibatkan jadi penonton kemudian dairi situ kita mendapatkan upa. walaupun yah dengan upah memang tidak seberapa. Singkatnya aku pergi dengan beberapa teman team sponsor, juga dengan teman yang memang mengajak kami untuk ikut serta kegiatan tersebut.

ada yang ingin aku ceritakan, sebab-musabab masuknya aku ke team ini karena ada seorang kaka yang menarikku. kaka ini aku kenal jauh sebelum aku masuk ke Universitas, tepatnya dikenalkan oleh kaka senior satu sekolah. Akhirnya setelah beberapa kali bertemu di lain tempat, kita saling kenal, ditambah dia juga berasal dari suku sunda. Ada hal yang menarik yang aku lihat dari dalam dirinya. Dia memang agak sedikit tomboy, sikap cuek, juga sifat terus terang yang kadang membuat aku belajar banyak dari sana. Sering sekali aku mendapati dia dalam hal merendahkan diri, atau merasa dia seperti inilah, seperti itulah Disisi lain justru aku melihat hal unik yang ada dalam dirinya. Entah, mungkin akupun dulu seperti itu, terllau merendahkan diri, dan banyak mengingkari kenikmatan yang sebnarnya nyata-nyata ada. Sesekali aku menulakan energi positif atau ilmu yang sempat aku dapatkan dalam SDP, yang membuatnya yah sedikit bersemngat. Dia pun sering menasehati aku unu tidak seperti ini, tidak seperti itu.

Sejak itu, entah mengapa dia selalu melihatku lekat-lekat, yang membuat aku hanya membalas senyum saja. Apapun yang ada dalam pikirannya aku sama sekali tidak bisa menebak. Kita memiliki satu kekaguman dan keinginan yang bisa dibilang agak sama, tentang pergi ke Jepang, tentang orang-orang hebat di UI, dan apapun itu yang membuat kami impressed dan ingin menjadi seperti itu.Dalam perjalanan ke stasiun televisi tiba-tiba dengan gaya tomboynya dia berkata "Win, lu harus jadi mapres!!". aku langsung mengaminkan sebari mendalami apa yang dia katakan. Yang aku tahu sampai sekarang, dia orang yang polos, tulus, dan terkadang banyak hal atau orang yang membuat dia kecewa.

rasanaya ingin sekali menularkan ilmu How to became happier, bahwa segala sesuatu yang ada diluar kita tidak berhak sama sekali mengambil kebahagiaan yang sekarang kita punya.

yah, walupun belum semoga ia mendapatkan kebahagiaantersebut.
yang bikin jleb dan gak pernak aku lupa kata-kata itu sekrang selalu terngiang-ngiang.
ah kaka, thats one of my dream..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yang Orang katakan tentang menjadi “Dewasa”

Sekelumit “ini” dan “itu” seakan berputar-putar di kepala. Ini sudah masanya dimana orang-orang mencari cara untuk menghabiskan waktunya(b...